Tampilkan postingan dengan label Ngaji Bareng Syahamah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngaji Bareng Syahamah. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

FAQ : Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan siapakah Ibnu Taimiyah?


Q : Ustadz.. Bisa jelaskan pengertian ahlussunnah waljama'ah menurut bahasa dan istilah.. Ibnu taimiyah itu bagaimana??

Q : Permasalahannya, td pagi saya lihat trans yang acaranya Khazanah, mereka menyebut nama'-nama ulama' pejuang aswaja, dan salah satunya adalah 'syaikhul islam ibnu taimiyah' gituu...

A1 : Ahlussunnah wal jamaah,,,  Ahlu: orang-orang.., Sunnah: hadits Nabi..,  Al jamaah: sekelompok (yang di maksud di sini sekelompok sahabat Nabi).., Jadi ahlussunnah adalah mereka yang mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam dan para sahabatnya. Sebagaimana mana yang di jelaskan dalam hadits yang lain ما انا عليه و أصحابي ..., Ibnu Taimiyah tidak layak untuk di juluki syaikhul islam apalagi sebagai pejuang sunnah.., karna Al Imam Taqiyuddin Al Husniy mengatakan Ibnu Taimiyah menyalahi lebih dri 60 ijma' baik dalam ushul ataupun furu'.
 
Q : Gimana dengan penyebarannya melalui tv ?? Siapa aliran yang mengagungkan Ibnu Taimiyah?
 
A1 : Wahabi
 
A2 : Ibnu Hajar Al Haytami dalam kitabnya Al Fatawa Al Haditsiyyah ketika mengomentari tentang Ibnu Taimiyah.., beliau mengatakan: عبد أضله الله و خذله  ( hamba yang Allah sesatkan dan d hinakan).., Al Imam Taqiyyuddin Al Hushni pengarang kitab Kifayatul Akhyar, Beliau menyebutkan dalam kitabnya Daf'u Syubahi Man Tasyabbaha Wa Tamarrod فصار كفره مجمعا عليه.. Artinya para ulama telah sepakat akan kesesatan ibnu taimiyah. Jadi benar apa yang di katakan Ust mushfi,, Ibnu Taimiyah tidak layak untuk di gelari syaikhul islam.
 
Q : Ketika tadi pagi saya liat Khazanah di transtv, mengatakan definisi ahlussunnah waljama'ah seperti ini, ahlussunnah adalah orang yang mengikuti sunnah nabi dan wal jama'ah artinya dengan berjama'ah atau bersatu, artinya kita harus mengikuti sunnah nabi untuk bersatu, apapun dan dimanapun ngajinya, kita harus bersatu. Gmna pendapat Ustadz?? Kemudian mereka menyebutkan Buya Hamka pada jajaran Kh. Asy'ari dan Kh. Dahlan
 
A1 : Ahlussunnah memang harus bersatu,,, Tapi kita tidak akan bisa membangun di atas tanah rawa.
 
Q : I mean, wal jama'ah diartikan seperti itu.. bagaimana maksudnya??
 
A1 : Belum dengar ana penjelasan seperti itu, yang di jelasin para ulama tentang al jama'ah adalah jama'atul muslimin yaitu golongan mayoritas ummat islam,,,

#NgajiBarengSyahamah

Minggu, 02 Februari 2014

Kenapa Harus Ahlus Sunnah Wal Jama'ah???

Kalau pada pelajaran yang lalu kita membicarakan kenapa harus ilmu aqidah yang pertama kali kita pelajari??
Maka pada kesempatan kali ini kenapa harus ahlus sunnah wal jama'ah???

Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wasallam bersabda:

ﻭ ﺇﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻠﺔ ﺳﺘﻔﺘﺮﻕ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺙ ﻭ
ﺳﺒﻌﻴﻦ ﺛﻨﺘﺎﻥ ﻭﺳﺒﻌﻮﻥ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﻭﺍﺣﺪﺓ
ﻓﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﻫﻲ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ

artinya sesungguhnya umat ini akan terpecah belah menjadi 73 golongan, 72 golongan akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga yaitu al jama'ah,,

Dengan hadis ini Rosulullah  Shallallahu 'Alayhi wasallam mengajarkan kita bahwa suatu waktu umatnya pasti akan terpecah belah menjadi 73 golongan tanpa membatasi, tujuh puluh dua golongan tersebut yang akan masuk neraka. para ulama mengistilahkannya dengan ahlul bida'i wal ahwa' sedangkan satu golongan yang selamat disebut dengan ahlussunnah wal jamaah dan kita wajib bersyukur kepada Allaah subhanahu wa ta'ala karena telah dijadikan orang yang berfaham ahlussunnah wal jamaah.

Ahlussunnah wal jamaah adalah mereka yang mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wasallam dan para sahabatnya. mereka golongan mayoritas dalam setiap masa. sesuatu yg di sepakati golongan mayoritas umat Muhammad Shallallahu 'Alayhi wasallam pasti benar dan tidak akan pernah salah karena, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wasallam bersabda:

ﺇﻥ ﺃﻣﺘﻲ ﻻ ﺗﺠﺘﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﺿﻼﻟﺔ

Sesungguhnya ummatku tidak akan pernah sepakat dlam kesesatan,,,

 Ilmu aswaja adalah kunci surga, Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

ﻓﻤﻦ ﺃﺭﺍﺩ ﺑﺤﺒﻮﺣﺔ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻓﻠﻴﻠﺰﻡ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ
ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ

" Barang siapa yg menginginkan tanah lapang d surga maka berpegang teguhlah dengan al jama'ah"

Al 'alim al Hafizh Syekh Abdullah al harary berkata:

ﻋﻠﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺍﻟﺠﻨﺔ

Ilmu ahlussunnah wal jamaah adalah kunci surga,

Awas ,,,!!!!! Jangan sampai keluar dari pemahaman aswaja,, karena Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wasallam bersabda:

ﻣﻦ ﺷﺬ ﺷﺬ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ

Barang siapa yang nyempal maka dia akan di lempar ke neraka,,,

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭ
ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ,,,

FAQ

Ahlul bida'i wa ahwa itu artinya apa?? Gimana penjelasannya??
Lalu gimana menanggapi aliran-aliran yang mengklaim bahwa mereka aswaja??

Lalu bagaimana tentang hadits al ghuroba ustadz? Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abbad dan Ibnu Abu Umar semuanya dari Marwan al-Fazari, Ibnu Abbad berkata, telah menceritakan kepada kami Marwan dari Yazid -yaitu Ibnu Kaisan- dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing.” (HR Muslim 208)
Kebanyakan aliran-aliran di luar aswaja yang memang minoritas & terasing dalam dunia islam saat ini memakai hadits ini ustadz.

1. Ahlu bida'i wal ahwa' :orang-orang yang berlumuran bid'ah sesat dan mengikuti hawa nafsunya dalam memahami agama,,,

2. Kita jelaskan kepada mereka tentang ajaran ahlussunnah wal jama'ah dengan dalil-dalil baik aqli ataupun naqli,,, kalau mereka tidak menerima maka di tahdzir syar'i ( kita peringatkan orang lain dari kesesatannya ) karena itu yang di ajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam

Tentang hadits al ghuraba' ,,,,, Rasulullah menjelaskan sendiri apa yang di maksud dengan kata ghuraba' dalam sabdanya,, beliau mengatakan bahwa yang di maksud dengan al ghuraba' adalah orang-orang yang memperbaiki keadaan ketika tersebarnya kerusakan,,,

Wallahu'alam
Semoga bermanfaat

 #NgajiBarengSyahamah

Ilmu Tauhid


الصلاة والسلام عليك يا سيدي يا رسول الله ضاقت حيلتنا وانت وسيلتنا ادركنا يا رسول الله.

قال الله تعالى :
فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات.

Ayat yang mulia ini mempunyai beberapa faidah...

Yang pertama dalam ayat itu pertama kali di sebutkan adalah

فاعلم أنه لا إله إلا الله

Artinya ketahuilah wahai muhammad bahwa tiada Tuhan yg berhak di sembah kecuali Allah,,

bukan berarti ketika di katakan seperti ini nabi tidak mengetahui Allah Subhanahu wa ta'ala sebagai Tuhan yang berhak di sembah,,
tapi maksudnya kenapa di dahulukan lafadz

لا اله الا الله

Karena yang membahas tentang ma'rifatullah dan ma'rifaturrosul adalah ilmu tauhid, Ini menunjukkan akan keutamaan ilmu tersebut.

Kedua ;
Allah menyebutkan

واستغفر لذنبك

Maksudnya beristighfar tanpa di dasari dengan ma'rifatullah dan ma'rifaturrosul yang benar maka amalan tersebut tidak di terima...

Jadi kesimpulannya ilmu tauhid adalah ilmu yang paling utama dan yang paling di dahulukan untuk di pelajari..

Karena Qoidah mengatakan

شرف العلم بشرف المعلومات

Keutamaan suatu ilmu tergantung obyek yang di bahas,,

Karena pembahasan tentang mengenal Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rosul Nya adalah yang paling utama untuk di bahas maka ilmu yang membahas tentang itu adalah ilmu yang paling mulia.

Bagi seorang muslim syarat supaya di terima amal ibadahnya adalah dengan mengenal Tuhan yang disembah (ma'rifatullah),

Mengenal dengan meyakini bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala ada, dan adanya Allah Subhanahu wa ta'ala tidaklah sama dengan ciptaanNya, Adanya Allah Subhanahu wa ta'ala tanpa membutuhkan tempat, ada tanpa permulaan, tidak di lalui oleh masa, tidak berarah, tidak berukuran, tidak berbentuk, tidak di sifati dengan sifat yang tidak layak bagi dzat Allah, tidak berkalam dengan suara, huruf, dan bahasa. dlsb.

Ini keyakinan kita ahlussunnah di seluruh dunia,

قال تعالى : ليس كمثله شيئ.

Bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala tidak menyerupai sedikitpun dari makhlukNya baik dalam satu segi maupun dalam semua segi.

Maha Suci Allah & Segala Puji bg Allah. :)

Semoga bermanfaat

 #NgajiBarengSyahamah

Sedikit Tambahan Perihal Jama' & Qoshor dalam Mazhab Syafi'i

Dalam madzhab syafi'i boleh menjama' dan mengqoshor sholat jika sudah bepergian dengan melewati yang namanya Umronul balad (batas dimana tidak ada bangunan sama sekali) dan ketika sudah sampai tempat tujuan, kita masih bisa jama' qhosor dengan niat tidak bermukim di situ walau sebenarnya bermukim selama setahun misal,, tetapi boleh menjama' dan mengqosor hanya selama seminggu, bukan seterusnya....
Ini dalam madzhab syafi'i.

Umronul balad itu batas dimana tidak ada bangunan, Misal antum berada di jalan, lalu kanan kiri antum tidak ada bangunan sama sekali sampai kira-kira 150 m...
kalau sudah melewati batas itu antum boleh menjama' dan mengqosor sholat dengan syarat perjalanannya mencapai jarak qoshor.
Ini pandangan yang mu'tamad dalam mazhab syafi'i.

Referensi : Kitab Sullamut Taufiq

Semoga Bermanfaat

 #NgajiBarengSyahamah

Ilmu Aqidah



Kalau kita ditanya kenapa harus ilmu aqidah ????!!!!

kita katakan: dikarenakan ilmu aqidah membahas tentang cara beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rosulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam.

iman yang benar merupakan syarat diterimanya amal perbuatan baik seseorang.
jadi amalan baik itu tidak akan diterima jika tidak didasari dengan aqidah atau keyakinan yang benar.

contohnya orang kafir, walaupun dia melakukan gerakan shalat,berpuasa, memberi makan anak miskin, semua itu tidak akan mendatangkan pahala baginya dan tidak akan diterima oleh Allah
Subhanahu wa ta'ala disebabkan dia tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan iman yg benar.

Allah
Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam al quran:

( ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺃُﻧْﺜَﻰٰ
ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻟَﺎ
ﻳُﻈْﻠَﻤُﻮﻥَ ﻧَﻘِﻴﺮًﺍ ( ]ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : 124 ]

Barangsiapa yang melakukan amalan sholeh baik laki-laki ataupun perempuan dan dia beriman maka mereka akan masuk surga dan tidak akan diselingi sedikit pun.

Yang perlu digaris bawahi dalam ayat tersebut adalah firman Allah
Subhanahu wa ta'ala yang artinya ((dan dia beriman )) artinya kalau dia beriman dengan iman yang benar maka amalannya akan diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala tetapi kalau dia tidak beriman maka amalannya tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

dan kalaupun kita telah beriman, amal ibadah yang kita lakukan haruslah dilakukan dengan ikhlas agar bisa diterima.

Beriman kepada Allah
Subhanahu wa ta'ala harus seperti yang diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam, para sahabatnya, para tabiin, dan mayoritas umat islam.

Banyak orang yang mengaku beriman kepada Allah
Subhanahu wa ta'ala tetapi ternyata imannya salah maka yang seperti ini tetap dikategorikan belum beriman dengan iman yang benar.

Orang mu'tazilah,, mengaku beriman kepada qadla' dan qodar tetapi ternyata cara berimannya mereka salah, tidak seperti yang diyakini oleh mayoritas umat islam maka mereka dapat dikategorikan tidak beriman kepada qada dan qadar.

Ada golongan yang menyerupakan Allah
Subhanahu wa ta'ala dengan makhlukNya,,, dan mereka mengaku beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala,, tetapi cara berimannya salah ,,,maka mereka-mereka tetap di katagorikan tidak beriman.

Jadi kesimpulannya kita harus beriman seperti imannya Rosulullah
Shallallahu 'alayhi wa sallam, Sahabat, Tabiin dan mayoritas umat islam,,,,,

Allah
Subhanahu wa ta'ala berfirman:

( ﻓَﺈِﻥْ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺑِﻤِﺜْﻞِ ﻣَﺎ ﺁﻣَﻨْﺘُﻢْ ﺑِﻪِ ﻓَﻘَﺪِ
ﺍﻫْﺘَﺪَﻭْﺍ ۖ ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﺷِﻘَﺎﻕٍ ۖ
]ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ :

Jika mereka beriman seperti imannya kalian ( para sahabat ) maka mereka mendapatkan petunjuk, tapi kalau mereka berpaling maka sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan.


Semoga Bermanfaat

#NgajiBarengSyahamah