Tampilkan postingan dengan label tips islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

"Kumpulan Kajian Islam Persiapan Puasa Ramadhan, Tarawih, Witir, Zakat Fitrah"

alhamdulillah, bulan ramadhan sudah di depan mata rekan, sudah siapkah kita menyambutnya?
tentunya perlu persiapan khusus agar segala ibadah kita lebih berkwalitas dan bisa di terima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, entah itu dalam hal puasa, shalat, zakat, dan amaliyah lain, kita telah mengetahui dari tausyiah-tausyiah yang sering diberikan oleh para dai, bahwa bulan ramadhan ini merupakan bulan suci, dimana dalam kata ramadhan itu sendiri terdiri dari 3 kata yang menunjukkan keistimewaan bulan ini, yakni turunnya Rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala pada hari pertama hingga hari ke sepuluh, lalu pada pertengahan bulan (heri ke 11-20) Maghfiroh Allah Subhanahu wa Ta'ala turun, dan pada hari-hari terakhir bulan ini merupakan pembebasan dari api neraka.
tentunya kita sebagai umatnya tidak bisa berdiam diri dan bersikap biasa saja akan datangnya bulan ini, kita sebagai umat terbaik karena merupakan umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam harus mempersiapkan diri dan hati sebaik mungkin, baik itu dengan membersihkan diri, dan terutama hati kita agar kita bisa dalam keadaan suci menyambut bulan yang suci.
nah tentunya kita harus tahu bagaimana cara dan tips untuk mempersiapkan diri kita menyambut dan menghadapi Ramadhan, tapi tidak perlu khawatir bagi rekan-rekanita yang kurang reverensi tentang hal-hal yang dapat menambah kwalitas kita dalam beribadah serta mengetahui hujjah-hujjah tentang ibadah dan amaliyah kita,

bisa download Kumpulan Kajian Islam Persiapan Puasa Ramadhan, Tarawih, Witir, dan Zakat Fitrah

atau yang cuma mau dengerin bisa disini Kumpulan Kajian Islam Persiapan Puasa Ramadhan, Tarawih, Witir, Zakat Fitrah 2

semoga bisa bermanfaat, dan semoga kita bisa di sampaikan ke bulan ramadhan. aamiin aamiin Ya Robbal Alamiin...  




Selasa, 23 Oktober 2012

Idul Adha, apa yang harusnya kita lakukan?


Kawan sebentar lagi kita akan bertemu dengan hari raya Idul Adha (rioyo besar = jawa, rerajeh qurban=madura),  dalam hari raya ini sudah lumrah umat islam Indonesia esok harinya di hari-hari tasyriq atau pas di hari H langsung banyak yang nyate (satai=Indonesia), atau bikin gulai daging, rendang, dan berbagai macam masakan khas daging lainnya, swasembada ni buat anak-anak kos, yakan....? hehehe.
Namun tahukah kawan muslim, bahwa banyak sekali anjuran yang mengikuti sebelum maupun sesudah hari raya idul adha atau Ied adha mubaarak.
Nah, berikut akan saya jabarkan dengan singkat anjuran-anjuran tersebut, disertai dalil-dalilnya, karena masyarakat sekarang sudah berubah, jauh lebih percaya jika sudah melihat dalil, tidak seperti zaman walisongo dulu yang pendekatannya lebih langsung ke aplikasi dari aya-ayat alqur’an dan al Hadits dengan bentuk kesenian, dll, mungkin karena memang saat ini kepedulian remaja muslim kita yang berkurang dengan kesenian Tanah Air, hm. . . . Ironis!
basa-basi dulu nih, ingat loh kawan, apa yang di katakan para Wali, Imam, Habaib, Syekh, dan Kiai-Kiai dalam kitab-kitab karangan mereka itu semuanya ada dalil-dalilnya dalam Al-Qur’an dan Al Hadits, jadi bukan bodoh namanya kalo banyak orang yang memutuskan suatu perkara yang belum diketemukan dalam sumber utama agama islam (Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas) dengan mereferensi pada kitab-kitab para ulama, karena memang ulama terdahulu yang jaraknya lebih dekat dengan masa Rasulullah SAW, lebih mendalam ilmu agamanya daripada ilmu dunianya, jadi penafsirannya InsyaAllah sangat bisa di ikuti dan di pertanggung jawabkan. Ingat-ingat, ting! Heheh.
Udah basa-basinya, nah sekarang saya jabarkan apa yang harus dilakukan dalam melengkapi perayaan Idul Adha, check it out lah... :
1.)    Melaksanakan Ibadah Puasa Tarwiyah dan Arafah
Dari hadits Abu Qotadah al-Anshori, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wasallam ditanya tentang puasa Arofah, beliau menjawab:
«يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ»
“Puasa Arofah menggugurkan dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” [HR. Muslim no. 1162, Ahmad no. 22621, an-Nasa’i dalam al-Kubro no. 2826, dll]


Sementara puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.
Lagi pula hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء
Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)
berikut kawan, adalah bacaan niat dari puasa sunnah  tarwiyah dan arofah

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى 
NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”
نويت صوم عرفة سنة لله تعالى


NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
“ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”
2.)    Membaca Takbir Mursal
Takbir Mursal(mutlak/bebas) yakni takbir yang diungkap di luar solat. Takbir ini boleh dibaca selepas solat maghrib 30 Ramadhan hingga selepas khutbah. Di sunnahkan bertakbir (Allahu Akbar) dengan dikeraskan. Mulai tenggelamnya matahari malam Hari Raya Id hingga saat bersiap untuk mengerjakan shalat Id, baik Idul Fitri Maupun Idul Adha. Ini bagi selain orang yang sedang melaksanakan ibadah haji, karena syiarnya adalah ber-talbiyah. Adapun ucapan takbir yang disukai adalah : Allohu Akbar kabiirow wal hamdulillaahi katsiiroo wa subhaanalloohi bukrotaw wa asiilaa.
3.)    Tidak makan sampai setelah selesai shalat
ini di sunnahkan di hari Idul Adha, tidak makan apapun terlebih dahulu sebelum selesai pelaksanaan shalat Id, yang berbeda dengan Idul Fitri, yang di anjurkan untuk makan terlebih dahulu. Berikut adalah dalilnya
hadits dari Ibnu Buraidah R.A, ia berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ، وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ»
“Rasulullah SAW tidak berangkat sholat pada hari raya idul fitri hingga beliau makan, dan pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan sampai selesai sholat.”
[HR. Ahmad dan Tirmidzi serta di sahihkan Ibnu Hibban)

4.)    Mandi terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Id
Berikut dalil tentang mandi tersebut :
أن رجلا سأل عليا ، رضي الله عنه ، عن الغسل ، فقال : غتسل كل يوم إن شئت ، قال : لا بل الغسل, قال اغتسل كل يوم جمعة ، ويوم الفطر ، ويوم النحر ، ويوم عرفة
“Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau’. Lelaki tadi berkata: ‘bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi’. Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah’” (HR. Al Baihaqi)
Disamping dengan adanya dalil di atas, juga tentang tata krama kita baik itu hablum minannas, utamanya hablum minalLah, karena kita akan beribadah menghadap Allah SWT dan berkumpul bersama orang banyak.
dan waktu di sunnahkannya untuk mandi tersebut adalah mulai dari pertengahan malam hari raya.
5.)    Memakai pakaian yang paling bagus
Kawan, namanya juga hari raya, kita juga di sunnahkan untuk memakai pakaian yang paling bagus, kalau bisa yang baru atau baru saja di cuci, dimana hal ini merupakan simbol kebahagiaan dan rasa syukur kita sebagai umat muslim di hari raya Id. hal ini  sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits berikut ,
diriwayatkan dari Nafi’:
أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَلْبَسُ فِي الْعِيدَيْنِ أَحْسَنَ ثِيَابِهِ
“Ibnu Umar biasa mengenakan bajunya yang terbaik pada Idul Fitri dan Idul Adha” (HR. Al Baihaqi 6143 )
6.)    Memakai wewangian atau parfum
Hal ini merupakan suatu pelengkap dalam hal beribadah, karena dimana saat kita beribadah tidak mungkinkan kita menghadap Allah SWT dengan bau yang tidak sedap, oleh karena itu sebenarnya memakai wewangian ini merupakan hal yang hendaknya kawan-kawan biasakan saat hendak memulai shalat. Terlebih di hari raya, berkumpul berinteraksi dengan orang banya menjadikan hal ini juga hendaknya tidak kawan kesampingkan,
Namun untuk sahabat-sahabat muslimah, penggunaan wewangian ini hendaknya mengikuti aturan-aturan yang telah ulama-ulama rumuskan berdasarkan pengetahuan mereka tentang alqur’an, sunnah, ijma’, dan qiyas.
berikut keterangan yang saya himpun dari blog saudara muslim lain
Rasulullah Saw. bersabda:

"Diberikan kepadaku rasa cinta pada keduniaan, yaitu minyak wangi dan wanita, serta dijadikan shalat sebagai penyejuk jiwaku". (HR. Ahmad dan Nasa'i).
Wewangian berbahaya jika digunakan wanita untuk diluar rumah. Untuk itu islam melarang wanita memakai wewangian di luar rumah. Maksud wewangian yang dilarang disini adalah wewangian yang harim semerbak yang dapat membangkitkan birahi laki-laki. Adapun parfum netral yang digunakan hanya untuk mencegah bau badan, itu tidak maslah.
Remaja yang tengah berpacaran umumnya menggunakan parfum yang berlebihan. Hal ini sangat renyan terhadap pelecehan seksual. Untuk itu bagi wanita muslim yang hendak menerima kunjungan silaturahmi calon pasangannya selain harus didampingi muhrim, juga terlarang menggunakan parfum yang menusuk hidung.
Rasulullah Saw. bersabda:
"Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wangi itu, berarti dia telah berzina" (HR. Ahmad, Nasai, Abu daud, dan Tirmidzi).

Larangan ini tidak berlaku bagi laki-laki. Bahkan Rasulullah menganjurkan agar laki-laki memakai wewangian setiap hendak bepergian terutama hendak ke masjid.
"Diriwayatkan dari Aisyah ra. katanya: Aku pernah memakaikan wangi-wangian pada tubuh Rasulullah Saw. ketika baginda ingin ihram untuk berihram dan ketika bertahallul sebelum baginda tawaf di Baitullah" (HR. Bukhari-Muslim).

7.)    Berangkat lebih awal dan berjalan kaki
Hal ini berdasarkan Sayyidina Ali R.A, beliau berkata, “ termasuk dari sunnah adalah menuju Shalat Id dengan berjalan kaki.” (HR.Tirmidzi)
Selain itu telah umum kita ketahui sebagai umat islam bahwa setiap langkah kita menuju kebaikan juga akan di catat sebagai amal baik kita.
Selain itu disunnahkan berangkat lebih pagi bagi selain imam, untuk menunggu di mulainya shalat dan mengambil tempat shalat. Sedangkan untuk imam, hendaknya hadir ketika waktu shalat sudah tiba.
8.)    Berangkat & pulang dari shalat Id melalui 2 jalur yang berbeda.
Sebelum melihat redaksi hadits yang menyatakan tentang hal ini, hendaknya jalur berangkatnya melalui rute yang lebih jauh dari pulangnya.
Berikut adalah hadits yang menyatakan tentang pengambilan 2 jalur yang berbeda.
Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ»
“Nabi shollallohu alaihi wa sallam apabila di hari Id, beliau mengambil jalan yang berbeda.” [HR. Al-Bukhori no. 986]
Begitu pula dalam hadits yang telah disebutkan sebelumnya tentang berangkat sholat Ied sambil bertakbir:
فَيَأْخُذُ طَرِيقَ الْحَدَّادِينَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى، فَإِذَا فَرَغَ رَجَعَ عَلَى الْحَذَّائِينَ حَتَّى يَأْتِيَ مَنْزِلَهُ
“beliau berangkat melewati jalan al-Haddadiin sampai tiba di Mushollah. Ketika telah selesai beliau pulang melalui jalan al-Hadzdzaiin sampai tiba di rumahnya.” [HR. Ibnu Khuzaimah no. 1341, al-Baihaqi dalam al-Kubro no. 6130)

Nah, itu dia dalil-dalinya, jadi sudah sebaiknya kita mengikuti sunnah Rasul untuk mengambil 2 jalur yang berbeda ketika berangkat dan pulang.
9.)    Saling Ber-mushafahah
Tau ndag apa itu Mushafahah? Asingkan? Tapi sebenarnya ini sudah sering kita lakukan kok, setiap kali selesai shalat, setiap kali bertemu, dan pada kesempatan-kesempatan lain, yap! Mushafahah adalah saling berjabat tangan, disunnahkan untuk saling bermushafahah dengan orang-orang setelah selesai shalat Id, namun tentunya ada batasan-batasannya, pria dengan pria dan wanita yang muhrimnya, pun begitu untuk wanita, wanita dengan wanita dan pria yang muhrimnya, namun penulis sendiri akui, bahwa penulis sendiri masih belum bisa melaksanakan hal ini, hal ini juga karena adanya khilafiyah para ulama.
10.)                        Saling mengucapkan selamat (Tahniah)
Ini istimewanya Islam kawan, dalam ucapan selamatnya langsung berupa do’a, bukan hanya sekadar mengcapkan selamat, Imam Ibnu Hajar mengatakan bahwa hal ini memang di sunnahkan dan di syariatkan bahkan menurut beliau, Imam Bukhori membuat bab tersendiri dalam kitabnya tentang bacaan apa yang di ucapkan pada orang lain ketika berhari raya.
Salah satu bacaannya, Ibnu Hajar mengatakan: “Kami meriwayatkan dalam Al-Muhamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair bahwa ia berkata: ‘Para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu di hari Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain:
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ
“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kamu.” [Lihat pula masalah ini dalam Ahkamul ‘Idain karya syaikh Ali Hasan hal. 61, Majmu’ Fatawa, 24/253, Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/167-168]
Kalo untuk satu orang “taqobbalallohu minna wa minka”, tapi kalo untuk banyak orang, misal di iklan ni, atau di sambutan acara selamatan hari raya yang di hadiri oleh banyak orang, kita mengucapkan, “taqobbalallohu minna wa minkum”. Begitu kawan.. jelaskan.. hehe..
11.)                        Membaca Takbir  Muqayyad
Tertentu pada hari raya Idul Adha, mulai dari waktu subuh hari Arafah hingga waktu Asar di akhir hari Tasyriq, yaitu tanggal 9 sampai dengan tanggal 10 dzul hijjah. Bertakbir bisa dimana saja kecuali di tempat-tempat dan kondisi yang tidak pantas, seperti di kamar mandi. Lebih di tekankan di setiap selesai shalat, baik fardhu maupun sunnah, nah biasanya kalo jamaah di masjid atau musholla, sang imam membimbing kita untuk bertakbir, diikuti saja itu kawan. Ini bagi selain orang yang sedang melaksanakan ibadah haji. Untuk yang sedang berhaji, waktunya yaitu mulai waktu zuhur hari Nahr (hari Idul Adha) hingga subuhnya akhir hari Tasyriq.

berikut adalah bacaan takbir yang biasa di lantunkan hanya pada hari raya idul fitri dan idul adha

Sumber : Buletin Sidogiri Edisi 75 Tahun VIII 1433H
http://blog.its.ac.id/syafii/2009/11/19/puasa-tarwiyah-dan-arafah/  
           
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=8197
Referensi niat    :
http://belajardanberamal-naser.blogspot.com/2010/07/lafadz-niat-puasa-sunnah.html   
http://isaboutscience.blogspot.com/2012/05/batas-pemakaian-parfum.html
http://cikgumat.ummisakinah.com/knowledge/dua-jenis-takbir-pada-hari-raya-takbir-mursal-dan-takbir-muqyad/ 


Saya, Ahmad Faizul Furqon mengucapkan Happy Ied Adha Mubaarak..... :D
Taqobbalallohu Minna Wa Minkum, Kawan....

Selasa, 16 Oktober 2012

TIPS-TIPS MENGHEMAT PENGELUARAN INSYAALLAH ISLAMI (INDEKOS)

Nah, kawan sebagai seorang mahasiswa ynag hidup jauh dari orang tua. Tentunya kita mendapat uang belanja dari orang tua entah tiap bulan atau tiap minggu, dll, atau bagi kawan-kawan yang mendapat beasiswa bidikmisi dari pemerintah . Mungkin besarnya uang belanja tersebut bergantung pada penghasilan dari orang tua kita sendiri, bisa jadi perbulannya seorang anak indekos mendapat uang belanja yang sangat banyak yang mungkin bisa buat beli makan di depot”/cafe yang “waw” makanannya atau mungkin yang uang belanjanya hanya tengah-tangah gk banyak atau sedikit, karena saya yakin orang tua nggak bakal kasihan memberi uang belanja yang terlalu minim buat anaknya, apalagi yang belum pernah hidup jauh dari orang tua atau yang gk punya penghasilan sendiri, biasanya yang tengah-tengah ini banyak yang makannya di warung yang banyak menjajakan makanan di sekitar kampus atau kosan atau kontrakan (karena saya ngontrak J ), nah kalo udah mepet uangnya pasti udah kelimpungan kalo uangnya menipis, apalagi yang belum pakai kartu Anjungan Tunai Mandiri alias ATM, yang musti bolak-balik pulkam (pulang kampung) buat minta uang belanja ke orang tua.
dalam islam sendiri Allah SWT melarang tegas umat islam untuk melakukan pemborosan, berikut dalilnya dalam Surat Al-Israa' ayat 26-27 :
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan".
Nah kawan,. Ini ada sekadar tips dari saya yang Insyaallah mungkin bisa menghemat pengeluarana kawan-kawan yang lagi indekos atau ngontrak, check it out lah.. (^^)
1.    Kalo anda ngekos atau ngontrak, usahakan buat punya magic com sendiri buat masak nasi, kenapa??? Karena pengalaman saya menanak nasi sendiri terbukti menekan pengeluaran untuk makan,  misal 1 porsi nasi + telur + sayur di warung untuk sekali makan = 4ribu, nah kalo beras misal yang harga  standard 8ribu, 4ribu udah dapet setengah kilo, itu buat saya udah bisa MAKAN 2 hari, coba bayangin?? 4ribu sekali makan di warung dengan 2 hari makan 3x sehari. WAW beud kan?! #alaay..  -____-“
2.     Ni khusus yang ngontrak biasanya, beli kompor sendiri cuy(kisaran 100ribu yang 1kompor, dan 200ribu yang 2 kompor), tau nggak misal harga telor seperempat 4ribu, buat 4x sarapan. Siangnya beli tempe/tahu seribu, udah dapet banyak tuh, dan tentunya biar nggak bosen bisa bikin kreativitas masakan sendiri, kalo saya ni yah biasanya, tahu goreng + sambel kecap + bawang putih goreng, udah maknyus kawan, dan mungkin buat malemnya kita bisa kalo bosan beli lauk aja keluar, misal beli ayam guring.... # upin ipin style...
3.    Kalo yang ngekos mungkin kalo nggak bisa menyediakan kompor sendiri, bisa dengan membeli lauknya aja ke warung, misal beli sayur kangkung seribu dan usus ayam seribu, udah enak itu bro, atau mungkin kalau mau mewah sedikit bisa beli ayam/ daging yang mungkin kisaranya 2ribu-3ribu.
4.    Buat minumnya, lebih enak pake galonan aja kawan, kalo ngeliat kualitas + nutrisi mungkin bisa beli galonan aqua yang dikisaran harga 12ribu-13ribu, atau kalo hanya untuk melepas dahaga bisa juga konsumsi air isi ulang, tapi jangan asal pilih air isi ulang kawan, kita harus selektif, misal dengan mendatangi dahulu tempat yang biasa kita memesan isi ulang air, kita liyat surat-suratnya ada nggak rekom dari dinas kesehatanlah minimal dan ada pengawasan berkala misal dari dokter gitu, kalo bisa yang punya emank dokter, hehe,, kalo yang di daerah universitas jember saya dkk biasa memesan dari Hallo isi ulang, bukan maksud promosi, karena memang kualitasnya terjamin meski isi ulang.
5.    Buat nyemil nih, kalo bisa nyemil itu yang bisa bikin kenyang, misal nyemilnya roti aja, ex roti tawar gitu, di kasih mentega trus di taburi gula, atau kasih selai yang banyak tersedia di toko-toko,  atau beli aja roti seribuan yang banyak di jual di warung-warung, pasti buat 3x nyemil udah kenyang, dan nggak makan berat deh.
6.    Buat yang suka minum yang anget-anget, eitzz.... jangan salah, bukan minuman keras loh ya, ingat miras itu HARAM dalam islam,

وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan kejitermasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah : 90),
 maksud saya nih minum yang anget-anget seperti ngopi, ngeteh, coklat panas atau susu. Mending sedia sendiri aja, kalo bisa beli teko atau alat pemanas air yang pake listrik (jawa : morong madura : ceret, biasanya harganya 20ribu-30ribu), daripada beli diluar yang harganya bisa 2ribu buat kopi hitam, dan 2500 buat kopi susu, mending buat sendiri ex : beli kopi ka**l ap*, t*p, atau lu**k, yang 500an udah dapet 1 gelas tuh kopi hitasm atau yang sachetan kopi susu Cuma seribu biasanya, hematkan? Yah mungkin bisa, kalo lagi boring mikirin tugas kuliah, keluar ma temen” sekali-kali ngopi nggak papalah, buat refreshing. J
Nah, itu sekadar tips dari saya kawan kalo mau liyat perbandinganya, check it out :
PAKAI TIPS SAYA
YANG BIASA DILAKUIN
Nasi 4ribu/2hari x 15 hari = 60ribu/bulan
1porsi makan minimal 4000/makan x minimal 3x sehari = 12ribu x 30hari = 360.000/bulan
Lauk (masak sendiri)3000/hari x 30 hari = 90ribu/bulan
1porsi makan minimal 5000/makan x minimal 3x sehari = 15ribu x 30hari = 450.000/bulan
Lauk beli 7500/hari x 30hari = 225000ribu/bulan
Atau 1porsi makan sekitar 6000/makan x minimal 3x sehari = 18ribu x 30hari = 540.000/bulan
Ngopi 1000/hari x30hari = 30 ribu/bulan
Ngopi di warung 2000/hari x 30 hari = 60ribu
Nyemil ex roti  tawar “idola” 6000
margarine filma 3200
Gula seperempat 2500
Total = 11700x4 minggu = 46800/bulan
Nyemil ex oreo 6600
gabin 7000
total = 13300
13300x4minggu =  53200.
Total pengeluaran
Nasi + lauk masak sendiri + ngopi + nyemil = 226800 di bulatin buat kebutuhan mendadak jadi 300.000/bln
Nasi + lauk beli + ngopi + nyemil = 361800
Di bulatin buat kebutuhan mendadak jadi 400.000/bln
Total
Makan/bulan + ngopi di warung + nyemil =
Minimal 473.200 + kebutuhan tak tentu jadi 500.000/bln
Medium 563.200 + kebutuhan tak tentu jadi 600.000/bln
Lumayan 653.200 + kebutuhan tak tentu jadi 700.000/bln

Nah, beda banget kan kawan antara kita benar-benar mandiri dengan hanya mandiri yang jauh dari orang tua tapi masih di layanin. Itu masih belum uang bensin, pulsa dll.
Sekadar tips biar lebih hemat :
1)      JANGAN MEROKOK! Meski rokok itu makruh karena sifatnya yang syubhat, dan tidak diketemukan keharamannya dalam ayat-ayat alqur’an dan sunnah, namun alangkah baiknya untuk tidak merokok. Kalaulah terlanjur merokok dari rumah, kurangi dan hentikan kebiasaan tersebut, atau beli rokok yang murah-murah aja, jangan banyak gaya, belum kerja aja rokoknya udah Sampoerna A mild atau malrboro, bah, alay bung..... ngelinting rokok sendiri aja, atau beli rokok murah yang penting nyembul, atau rokoknya minta aja ke temen, hehehe.
2)    Puasa senin-kamis, Dari Abi Hurairoh r.a, dari Rosulululloh SAW bersabda : "Seluruh amal disetor pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih menyukai saat setor amal tersebut dalam keadaan berpuasa"(HR Turmuudzi). Atau,  puasa Nabiyulloh Daud AS sehari puasa sehari tidak, Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al ‘Ash bahwa dia pernah diberitahu oleh Rasulullah s.a.w, sabdanya,”Sholat yang paling disukai Allah adalah sholat Daud, & puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud. Dia (Daud) tidur seperdua malam, bangun di sepertiganya, tidur lagi di seperenamnya dan berpuasa sehari serta berbuka sehari” (HR. Bukhori).
Mantab ni kawan selain bisa hemat kita juga bisa dapat ridho Allah tentunya, tapi ingat niatnya nawaitu shouma lillaahiata’ala... (puasanya harus ikhlas karena Allah Ta’ala).
Ni sabda Rasulullah SAW dalam Haditsnya : “Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh bau mulut orang berpuasa lebih harum bagi Allah daripada aroma minyak misik. Allah Azza Wa Jalla berfirman, “sesungguhnya dia meninggalkan keinginan syahwat, makan dan minumnya demi Aku, maka puasa adalah untukKu dan Akulah yang membalasnya.” {Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)
3)    Kalo jarak ke kampus gk terlalu jauh, yah...kurangilah pemakaian kendaraan bermotor, pakai sepeda biasa atau jalan kaki aja, biar bisa lebih sehat pula jadi gk ada pengeluaran buat beli obat atau check ke dokter.
4)    Kalau yang punya laptop tapi gk punya modem, gunakan layanan wifi kampus dengan maksimal, hehehe, di jamin huemat....., kalo yang gk punya laptop buat internetan pakai aja yang di sediain kampus biasanya di UPT TI, kalo di universitas jember tarifnya 1000/jam, murahkan? Tentunya internetannya yang perlu-perlu aja, dengan ngenet di kampus juga mencegah membuka situs-situs gk berguna, udah pada taukan maksud saya. :P
5)   JANGAN TARUHAN! Nih biasanya yang dilakuin temen” cowok, kalo udah ada pertandingan sepak bola yang seru, misal Arema Vs Persebaya, (biar ISL lebih terkenal) pasti banyak yang taruhan, entah itu taruhan dalam bentuk makan, atau uang. Dalam islam hal itu dilarang kawan,
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 188)
Taruhan disini masuk dalm kategori jalan yang batil, seluruh ulama setuju kalo segala hasil taruhan itu Haram. Ckckck, jadi jauhi taruhan!
Nah, cukup itu dulu dari saya, semoga bisa membantu kawan-kawan semua dan misal ada masukan-masukan lain silahkan comment aja. oh iya, kalau buat shodaqoh jangan berhemat juga loh ya, itu tabungan kita di akhirat kawan. Jangan ada kata “sayang”/”eman” dalam beramal.
Sayyidina Muhammad SAW bersabda : “ Jauhkanlah oleh kalian sifat kikir, karena sesungguhnya sifat kikir itu telah membinasakan orangorang sebelum kalian. Hal itu membawa mereka pada pertumpahan darah dan menghalalkan kehormatan mereka.” (HR. Muslim)
17-10-2012
Ahmad Faizul Furqon.